Implementasi ISO 9001:2000 di Industri Jasa (Rumah Sakit, Bank…) Juli 31, 2007
Posted by QMS Guy in ISO 9001, Service Quality.13 comments

Banyak yang mengirim email kepada kami mengenai bagaimana implementasi ISO 9001:2000 di industri jasa, sebagian dari Anda (terutama yang saat ini lebih banyak di pabrik) juga mungkin bingung dengan persyaratan mampu telusur (traceability), kalibrasi, pemantauan proses, pengukuran produk, apalagi pengendalian produk tidak sesuai.Sebenarnya, hampir semua implementasi terkait klausul Realisasi Produk (klausul 7.1 sampai dengan 7.6) membutuhkan interpretasi yang lebih rumit saat diimplementasikan di industri jasa dibandingkan dengan manufaktur. Umumnya, hal ini disebabkan perbedaan dari nature kedua bidang ini. Di manufaktur, produk adalah hasil dari proses, tetapi di kebanyakan industri jasa, produk organisasi kita adalah (lagi…)
Proses Sertifikasi ISO 9001:2000 Juli 30, 2007
Posted by QMS Guy in Certification, Download.2 comments

Jika Anda sudah memilih badan sertifikasi yang sesuai, saatnya Anda memahami proses sertifikasi ini. Proses sertifikasi tiap badan sertifikasi bisa berbeda, terutama istilah yang digunakan, tetapi alur utamanya tidak akan jauh berbeda dengan apa yang kami tampilkan.
Anda juga dapat mendownloadnya disini, jika Anda membutuhkan file powerpoint untuk kepentingan presentasi ke atasan ataupun rekan Anda (file ini kami dapatkan dari beberapa rekan di badan sertifikasi).Anda dapat melihat pada ilustrasi di atas bahwa proses audit sertifikasi ini sendiri dapat dikelompokkan menjadi 3 tahap utama. Tahap A adalah (lagi…)
Interpretasi Klausul 7.2.3-c ISO 9001:2000 (Komplain Aneh?!) Juli 28, 2007
Posted by QMS Guy in Best Practice, Customer Satisfaction, ISO 9001, Service Quality.2 comments

“Facts do not cease to exist because they are ignored.”
”Fakta tidak akan menguap/menghilang hanya karena tidak dihiraukan”
Aldous Huxley
Klausul 7.2.3 ISO 9001:2000 mensyaratkan:
Perusahaan harus menentukan dan menerapkan pengaturan yang efektif untuk berkomunikasi dengan pelanggan berkatian dengan :
c . umpan balik pelanggan, termasuk keluhan pelanggan
Ini cerita yang biasa kami ceritakan ke klien kami untuk menjelaskan bahwa mendengarkan dan menindak-lanjuti keluhan pelanggan dapat merupakan masukan yang berharga untuk perusahaan. Bagi rekan-rekan di sini yang berkecimpung dalam sistem manajemen kualitas mungkin dapat juga menggunakan cerita ini untuk menggambarkan pentingnya melaksanakan pasal ini atau mendengarkan umpan balik/keluhan pelanggan.
Cerita bermula dari sini.
Sebuah komplain diterima oleh sebuah perusahaan manufaktur mobil:
”Ini kali kedua saya menulis kepada anda, dan saya tidak menyalahkan anda untuk tidak menjawab, karena mungkin saya terdengar agak aneh, tapi ini adalah (lagi…)
Prinsip Customer Focus ISO 9001:2000 (Nokia vs. Motorola di India) Juli 26, 2007
Posted by QMS Guy in Best Practice, Customer Satisfaction, ISO 9001, News.add a comment
Salah satu prinsip dasar yang menjadi menjadi pondasi agar sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 dapat berjalan efektif adalah Customer Focus. Penjabaran Customer Focus oleh ISO 9000:2000 adalah :
Organisasi tidak akan terlepas dari pelanggannya, oleh karena itu kebutuhan pelanggan dan ekspektasi mereka harus diketahui dan diteliti.

Untuk mempermudah pemahaman ini dan mengapa hal ini penting untuk perusahaan, mari kita lihat satu kasus yang menarik, yaitu (lagi…)
Tips Memilih Badan Sertifikasi Juli 25, 2007
Posted by QMS Guy in Certification, ISO 9001.27 comments

Jadi, sekarang Anda saatnya Anda untuk memilih badan sertifikasi. Bisa jadi Anda baru selesai mengimplementasikan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000, atau setelah sertifikat Anda habis masa berlakunya Anda mencoba untuk menggunakan jasa badan sertifikasi lain.Ingat, bukan berarti jika pada saat awal implementasi kita disertifikasi lantas sertifikasi tersebut berlaku selama-lamanya. Sertifikat hanya berlaku 3 tahun. Setelah 3 tahun terdapat 2 pilihan, apakah Anda melanjutkan sertifikasi dengan badan sertifikasi yang sama atau tidak.
Nah, di Indonesia terdapat banyak sekali badan sertifikasi yang bisa Anda pilih dan seluruhnya sudah menggunakan auditor lokal yang tentu saja lebih memudahkan kita (dan anggota organisasi) untuk berkomunikasi dengan mereka.
Kualifikasi sebagian dari auditor juga sudah bagus dan sebagian bahkan memiliki jam terbang melakukan audit di luar negeri.
Ada beberapa hal yang kami sarankan untuk Anda (lagi…)
Best Practice: Pabrik Toyota – Lexus (Part 2) Juli 24, 2007
Posted by QMS Guy in Automotive, Benchmark, Best Practice.add a comment
Test Track

Seorang pengemudi Lexus yang bersarung tangan membawa sebuah LS600h yang baru untuk pengetesan on the road. Pengetesan mencakup total 55 point check, termasuk tingkat kebisingan ketika bergerak pada (lagi…)
Best Practice: Pabrik Toyota – Lexus (Part 1) Juli 23, 2007
Posted by QMS Guy in Automotive, Benchmark, Best Practice.13 comments
Awal bulan ini BusinessWeek mendapat kesempatan yang sangat jarang didapat orang lain. BusinessWeek diundang Toyota untuk melihat pabrik mereka di Tahara.
Sekarang ini, Tahara (sebelah barat Tokyo), memproduksi Lexus tipe LS, GS, dan IS, termasuk LS 600h dan LS600hL hybrids. LS600hL hybrids adalah sedan Lexus yang termahal yang pernah dibuat oleh Toyota. Dengan spesifikasi penuh, harga LS600hL mencapai $126,000 atau sekitar 1,134 Milyar Rupiah (kurs Rupiah 9000 per dolar). Produk ini akan dijual di Amerika Serikat musim panas ini.
Toyota berharap model high-end Lexus ini akan dapat meningkatkan merek mereka terutama dalam pertarungan dengan rival mereka (Mercedes dan BMW). Kemenangan ini sangat penting terutama untuk area Jepang dan Eropa, dimana Lexus masih belum dapat menduplikasi kemenangannya seperti di pasar Amerika.
Mari kita lihat pabrik Tahara ini!
Lexus Engine Plant

Toyota mengklaim pabrik mesin di kota Tahara adalah satu-satunya pabrik otomotif di dunia yang mewajibkan pekerjanya untuk (lagi…)
Penomoran Form Bermanfaat? Juli 21, 2007
Posted by QMS Guy in Documentation, ISO 9001, Improvement.3 comments
Apakah Anda memberikan nomor pada form Anda?
Pertanyaan kami adalah:
- Apa manfaat dari penomoran tersebut?
- Mengapa Anda memberi nomor?
Jika Anda memiliki alasan-alasan yang kuat tentu saja kami tidak melarang Anda untuk menggunakannya. Tetapi, jika Anda ragu dan malah balik bertanya “Sebenarnya buat apa sih?”, well, ini saatnya Anda berpikir kembali.
Kami sendiri tidak pernah menemukan alasan yang kuat mengapa form perlu diberi nomor. Alasan yang pernah muncul adalah identifikasi unik. Pertanyaan kami tentunya, apakah judul atau nama form sendiri tidak unik? Anda dapat melihat bahwa kita mengeluarkan terlalu banyak upaya untuk memberi nomor, padahal hal ini tidak memiliki manfaat yang nyata. Berapa persen karyawan yang pada saat bekerja memeriksa nomor form? Anda dapat memperkirakannya, hampir tidak ada. Begitupun Anda, bukan?
Yang dipersyaratkan oleh ISO 9001:2000 dan menurut kami juga merupakan hal yang penting adalah status revisi form. Jika ada 2 form dengan judul yang sama, kita perlu mengetahui manakah diantara 2 form ini yang harus kita pakai? Manakah yang lebih baru? Nah, disinilah nomor/status revisi sangat berperan. Up Your Quality System!
Langkah yang perlu Anda lakukan sekarang adalah tanyakan kepada QMR ataupun pengendali dokumen, apa alasan mereka memberikan penomoran pada form, dan bisakah penomoran ini dihilangkan jika memang tidak bermanfaat.