Evaluasi Supplier yang Efisien

Melakukan evaluasi terhadap kinerja supplier adalah hal yang penting, tetapi selama ini lebih banyak dianggap sebagai beban oleh kebanyakan organisasi yang menjalankan ISO 9001:2000. Hal ini sering terjadi karena tidak adanya kategorisasi pada supplier dan kurangnya pemahaman organisasi mengenai siapa yang harus dievaluasi (atau bahkan tujuan dari evaluasi ini sendiri).

Cara yang selama ini paling sering dilakukan adalah menggunakan data historis, termasuk didalamnya adalah kualitas produk yang dipasok, ketepatan waktu pengiriman, ketepatan jumlah pengiriman, kondisi dari produk saat diterima, dan proses klaim. Data ini kemudian diolah untuk mendapatkan nilai akhir mengenai kinerja tiap supplier.

Ada beberapa tips untuk melakukan evaluasi ini, sehingga evaluasi dapat dilakukan lebih efisien dan efektif:

  1. Kategorikan supplier Anda menjadi beberapa kategori, misalnya Bahan Baku, Bahan Pendukung, Kebutuhan Non Produksi, Mesin, Suku Cadang, Jasa Kalibrasi, Transportasi Material, Jasa Pelatihan, dan Lain Lain.
  2. Yang wajib dievaluasi adalah supplier Bahan Baku, Bahan Pendukung, Transportasi Material. Untuk kategori lain, sebagian besar bisa dilakukan hanya dengan seleksi supplier yang “kuat” (kami akan membahasnya lebih lanjut di post lain) , walaupun tidak tertutup kemungkinan tetap dilakukan evaluasi berkala.
  3. Tentukan kriteria evaluasi yang relevan untuk masing-masing kategori. Mengevaluasi supplier Bahan Baku tentu berbeda dengan rekanan Transportasi Material.
  4. Tentukan frekwensi evaluasi untuk masing-masing kategori. Tergantung dari frekwensi hubungan kerja sama dan tingkat kepentingan, frekwensi evaluasi biasanya berkisar antara 1 bulanan hingga 12 bulanan.
  5. Berikan rangking pada tiap supplier sesuai kategorinya. Secara visual, berikan lambang bintang pada supplier yang mencapai nilai tertentu (misalnya 95 dari maksimal 100), dan berikan warna merah pada supplier yang nilainya dibawah standar kita (misalnya 70 dari maksimal 100).
  6. Tempelkan pada area penerimaan barang yang diakses oleh supplier kita.
  7. Kirimkan satu copy kepada supplier kita secara berkala.

Dengan begini,

  • supplier akan selalu merasa ‘dimonitor’ dan dievaluasi,
  • evaluasi akan lebih efisien karena hanya supplier yang produknya mempengaruhi kualitas produk kita yang dievaluasi
  • evaluasi ini memberi manfaat lebih bagi organisasi kita, dan bukan hanya sekadar memenuhi persyaratan klausul 7.4.1.
About these ads

  1. Sugiarto

    Ada yang punya pengalaman teknis untuk evaluasi supplier (cara perhitungan, penghargaan supplier, pengelompokan, etc ).
    Bisa dishare dunk….

  2. agus

    apakah ISO mewajibkan untuk mengevaluasi semua supplier?
    Material dan servis seperti apa yang mengharuskan suppliernya untuk di evaluasi? Apakah semua jenis material dan service? rutin dan non rutin?

    • Sugiarto

      Secara klausul memang harus ada vendor evaluation untuk semua supplier yang kita gunakan.
      Sehingga diharapkan nanti akan ada ‘update suppllier list’ dari hasil evaluasi tersebut.
      Logically, setelah ada list tersebut, kita akan dengan mudah menempatkan PO – PO (kepada siapa, berapa banyak, frekuensi, etc) tanpa merasa was – was akan product/jasa yang akan kita terima.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s