jump to navigation

ISO 9001:2000 Butuh Konsultan? Belum Tentu! Agustus 30, 2007

Posted by QMS Guy in Consultant, ISO 9001.
7 comments

Bulan lalu, Fajar sempat menanyakan kepada kami tentang konsultan, dan hari ini Heri juga menanyakan hal yang sama. Kami ingin coba mengulasnya agar Anda dapat menentukan sendiri, kebutuhan Anda akan konsultan. Anda dapat melihat dari artikel ini, bahwa konsultan bukanlah hal yang mutlak.

Perlu atau tidaknya kita untuk menggunakan jasa konsultan membuat kita memiliki 2 opsi untuk mengimplementasikan ISO 9001:2000 (ataupun standar lainnya) di organisasi kita.

Dan, dari 2 opsi, apakah mempelajari sendiri atau menggunakan konsultan, tergantung dari organisasi kita.

Cobalah Anda jawab beberapa pertanyaan sederhana dibawah ini:

  • Apakah Anda memiliki orang yang paham ISO 9001:2000?
  • Apakah Anda memiliki orang yang memahami aktivitas pemetaan proses dan sistem?
  • Apakah Anda memahami definisi kualitas produk dan proses Anda?

Jika ada salah satu jawaban TIDAK, maka sebaiknya menggunakan jasa konsultan.

Jika YA semua, berarti Anda memiliki kualifikasi awal untuk implementasi tanpa konsultan. Kemudian:

  • Apakah ada kebutuhan untuk sertifikasi < 6 bulan?
  • Apakah kita membutuhkan pihak lain untuk change management?

Jika YA untuk kedua pertanyaan terakhir, mungkin kita perlu mempertimbangkan konsultan.
Jika jawaban Anda adalah TIDAK untuk 2 pertanyaan terakhir, well, kami rasa Anda tidak membutuhkan konsultan, pelajari standarnya, diskusikan dalam sebuah tim, jalankan perlahan-lahan. Anda cukup mengikuti 1 atau 2 pelatihan publik (ataupun in-house) yang relevan.

Bagaimana pendapat Anda? Feel free to comment! Remember, let’s learn by sharing!

Terima kasih untuk Fajar dan Heri atas ide artikelnya.

Survey Kepuasan Pelanggan Internal: Unlock Opportunities! Agustus 28, 2007

Posted by QMS Guy in Best Practice, Customer Satisfaction, Improvement.
2 comments

Menarik sekali pendapat Suvi di posting kami “Segmentasi Pelanggan dalam Survey Kepuasan Pelanggan”. Tidak banyak orang yang sudah pada posisi memahami bahwa internal customer satisfaction adalah salah satu kunci awal dalam mencapai customer satisfaction (baca: external customers). Bravo, Suvi!

HAPPY CUSTOMER! :-)

Walaupun ini bukanlah persyaratan ISO 9001:2000, tetapi implementasi survey kepuasan pelanggan internal memungkinkan kita untuk membuka pintu (unlock!) bagi sekian banyak peluang perbaikan, perbaikan suasana kerja, dan ujungnya adalah kepuasan pelanggan!

Ada beberapa tips untuk (lagi…)

Semakin Sedikit Semakin Baik: Form Agustus 27, 2007

Posted by QMS Guy in Best Practice, Documentation, Health Care, Improvement, Poor but True.
9 comments

Judul di atas mungkin sering Anda dengar. Tapi, apakah Anda sudah melaksanakan pemikiran yang ada dibalik kata-kata tersebut?

Baru-baru ini kami menangani sebuah organisasi yang bergerak di industri kesehatan, seperti organisasi lain di Indonesia pada umumnya, ada kecenderungan untuk membuat sebuah proses lebih bagus tanpa mempertimbangkan proses lain dan juga departemen atau unit kerja lain. Dalam 6 bulan terakhir, menurut cerita mereka, telah terjadi penambahan jumlah form dari 170an menjadi 300an!

Ajaib? Belum tentu. Anda bisa mencoba sendiri menghitung jumlah form di organisasi Anda. Apakah semakin banyak form menunjukkan bahwa organisasi Anda semakin bagus?
Yang terjadi di organisasi yang kami tangani ini adalah (lagi…)

Download: Contoh Pedoman Mutu Rumah Sakit Agustus 24, 2007

Posted by QMS Guy in Documentation, Download, Health Care, ISO 9001, Service Quality.
19 comments

Beberapa input dari rekan sekalian adalah mengenai industri kesehatan, seperti rumah sakit. Untuk membantu rekan-rekan yang sedang mencoba mendokumentasikan sistem manajemen mutunya, kami memberikan contoh Pedoman Mutu untuk Rumah Sakit. Contoh ini sangat sederhana dan generik, harap disesuaikan dengan organisasi Anda.

Download di www.QualityIndonesia.com 

Voice of Customers (Suara Pelanggan Anda) Agustus 22, 2007

Posted by QMS Guy in Customer Satisfaction, Service Quality.
2 comments

Seluruh Quality Management System (QMS) modern selalu bermula dari Voice Of Customer atau suara pelanggan. Bagi rekan-rekan yang masih belum familiar dengan apa yang dimaksud dengan Voice of Customer, anda bisa membaca artikel ini untuk mendapatkan gambaran mengenai apa yang dimaksud dengan Voice of Customer.

VOC

Untuk menjelaskan topik ini, ketika memberikan training biasanya kami meminta para peserta untuk menyebutkan salah satu perusahaan yang mereka kenal. Cukup sering perusahaan yang sering mereka sebutkan adalah Garuda Indonesia, BCA, Blue Bird, PLN, PAM, Coca Cola dan beberapa nama lainnya.

Setelah mereka menyebutkan perusahaan tersebut, kemudian kami akan (lagi…)

Download: Form Laporan Sasaran Mutu Agustus 20, 2007

Posted by QMS Guy in Documentation, Download, Sasaran Mutu.
6 comments

Bagi rekan-rekan yang mencari template untuk mengisi sasaran mutu.
Anda bisa download form ini di link ini.

Develop Great System! Up Your Quality System!

Recall di Mattel Agustus 16, 2007

Posted by QMS Guy in Customer Satisfaction, News, Poor but True, Supplier.
2 comments

Logo Mattel

Minggu ini, produsen mainan anak-anak terbesar di dunia, Mattel, kembali menarik (recall) ratusan ribu produk (mainan anak-anak) mereka yang diduga berbahaya bagi anak-anak. Sebagian karena memiliki komponen-komponen berukuran kecil yang dapat tertelan oleh anak-anak, dan sebagian lagi karena dicat dengan bahan yang berbahaya (beracun) bagi anak-anak. Ini adalah recall yang kesekian kalinya dalam setahun terakhir.,

Produk yang ditarik antara lain Barbie, Polly Pocket, dan Batman. Saat ini Mattel yang sangat populer dengan Barbie, memproduksi mainannya di beberapa negara. 65% dari produk mereka diproduksi di Cina. Sementara sisanya di beberapa negara lain, termasuk (lagi…)

Corrective atau Correction? Agustus 15, 2007

Posted by QMS Guy in Best Practice, Improvement.
add a comment

Property of CartoonStock

Beberapa waktu lalu, saat kami melakukan plant tour di sebuah pabrik kemasan plastik kami menemukan adanya rembesan oli di lantai. Segera setelah melihat itu, kami pun menunjukkannya kepada Factory Manager. Yang dilakukan oleh Factory Manager tersebut adalah memanggil seorang mekanik dan, ya, Anda tentu dapat menebak bahwa yang dilakukan oleh mekanik tsb adalah segera mengambil lap dan membersihkannya.

Hal seperti ini sering kami temukan dan bukan hanya di pabrik. Di Bank, kami sering melihat staf yang melakukan koreksi atas kesalahan transaksi. Di Rumah Sakit kami juga sering melihat perawat yang melakukan foto radiologi ulang. Dan banyak lagi. Di area kerja Anda juga seperti itu?

Apa kesamaan dari beberapa skenario di atas?
Yang paling utama adalah bahwa semua skenario diatas akan dan pasti berulang!

Jika Anda mengamati skenario diatas, Anda dapat melihat bahwa apa yang dilakukan oleh mereka masih sebatas KOREKSI. Koreksi atas kesalahan, koreksi atas DAMPAK yang ditimbulkan oleh “kesalahan” atau “ketidak-sesuaian” ini.

Bagaimanakah yang benar?
Yang harus Anda lakukan adalah (lagi…)