Konfirmasi Negatif September 24, 2007
Posted by QMS Guy in Documentation, Improvement.4 comments

Internal auditor dan badan sertifikasi memiliki kepentingan untuk melakukan verifikasi apakah proses yang dievaluasi mencapai sasaran yang ditetapkan dan dicapai dengan melakukan langkah kerja yang sesuai dengan ketentuan baku prosedur.
Hal ini adalah salah satu alasan mengapa kita mendokumentasikan langkah kerja dan output dari proses kerja kita. Jika kita tidak melakukannya, akan sangat sulit bagi badan sertifikasi untuk mengakui/mensertifikasi perusahaan kita sesuai persyaratan standar.Namun demikian tidak dapat dielakkan ketika kita mencoba untuk melakukan administrasi serapi dan sedetail mungkin, akhirnya kita berbenturan dengan realitas bisnis yang memerlukan efisiensi, kecepatan, dan fleksibilitas dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Merasa terhimpit di dua kepentingan ini yang dirasakan bertolak belakang, banyak perusahaan yang akhirnya mengembangkan teknik (lagi…)
Business Process Mapping September 19, 2007
Posted by QMS Guy in Documentation, ISO 9001.10 comments
You don’t know what you don’t know!
Ungkapan sederhana yang sering didengar bukan? Pertanyaan kami, seberapa jauh Anda memahami sistem di organisasi Anda? Apakah Anda tahu proses apa saja yang terjadi mulai dari mencari order sampai dengan men-deliver barang ataupun jasa?
Sudah seharusnya setiap organisasi memiliki Business Process Mapping untuk mengetahui “seluk beluk sistem” kita. Bayangkan sebuah struktur organisasi, apa yang Anda dapatkan dari melihat struktur tsb? Well, Anda akan memahami bahwa terdapat beberapa departemen di organisasi kita, yang dipimpin oleh manager. Anda juga mengetahui bahwa manager ini membawahi beberapa supervisor, dan seterusnya. Intinya, Anda memahami organisasi Anda dalam hal jabatan, struktural, hirarki.
Business Process Mapping adalah gambaran hubungan antar proses dalam organisasi kita, itu ringkasnya. Jika struktur organisasi adalah gambaran hubungan antar jabatan, BPM adalah gambaran hubungan ANTAR PROSES.

Business
Jika dipelajari satu per satu, “business” mewakili apa (lagi…)
ISO 9001:2000 di Kontraktor September 18, 2007
Posted by QMS Guy in ISO 9001, Improvement, Poor but True.13 comments

RG/QP/PJT/01 PROJECT DEVELOPMENT
RG/QP/PJT/02 PROJECT QUALITY CONTROL
RG/QP/PJT/03 MATERIAL RECEIVING
RG/QP/PJT/04 MATERIAL STORAGE
RG/QP/PJT/05 MATERIAL DISTRIBUTION
RG/QP/PJT/06 QUALITY RECORD
RG/QP/PJT/07 PROJECT AND TECHNICAL DOCUMENT CONTROL
RG/QP/PJT/08 NON CONFORMING PRODUCT CONTROL
RG/QP/PJT/09 MATERIAL ORDER
RG/QP/PJT/10 TOOL & EQUIPMENT CONTROL
Pak Sigit (salah satu pembaca weblog ini) memberikan kami list SOP pada beberapa artikel sebelumnya. Jika kita pelajari, organisasi Pak Sigit adalah contractor. Dan lebih spesifik lagi lebih ke construction. Organisasi X tempat Pak Sigit bekerja ini adalah sebuah perusahaan yang memberikan jasa konstruksi menyeluruh, biasanya organisasi X ini bekerja untuk main-contractor (sekaligus pelanggan “paling dekat”nya). Biasanya, main contractor ini memiliki end-customer, pengguna proyek (yang juga merupakan pelanggan tidak langsung dari organisasi X).
Melihat proses yang didokumentasikan, sebenarnya (lagi…)
Interpretasi Customer Communication (7.2.3) ISO 9001:2000 September 17, 2007
Posted by QMS Guy in Best Practice, Customer Satisfaction, ISO 9001, Improvement, Service Quality.1 comment so far

Teman kami yang pernah ke Disneyland pernah bercerita dahulu disana ada satu wahana favorit yaitu pertunjukan 3D, “Captain EO” (dibintangi oleh Michael Jackson yang menjadi kapten luar angkasa penumpas bandit luar angkasa), waktu itu Michael Jackson masih populer-populernya.
Walaupun antriannya panjang namun masih banyak juga orang yang rela untuk mengantri wahana ini. Uniknya adalah Disneyland memasang semacam penanda-penanda (lagi…)
ISO 9001:2000 Butuh Konsultan? Belum Tentu! Agustus 30, 2007
Posted by QMS Guy in Consultant, ISO 9001.7 comments
Bulan lalu, Fajar sempat menanyakan kepada kami tentang konsultan, dan hari ini Heri juga menanyakan hal yang sama. Kami ingin coba mengulasnya agar Anda dapat menentukan sendiri, kebutuhan Anda akan konsultan. Anda dapat melihat dari artikel ini, bahwa konsultan bukanlah hal yang mutlak.
Perlu atau tidaknya kita untuk menggunakan jasa konsultan membuat kita memiliki 2 opsi untuk mengimplementasikan ISO 9001:2000 (ataupun standar lainnya) di organisasi kita.
Dan, dari 2 opsi, apakah mempelajari sendiri atau menggunakan konsultan, tergantung dari organisasi kita.
Cobalah Anda jawab beberapa pertanyaan sederhana dibawah ini:
- Apakah Anda memiliki orang yang paham ISO 9001:2000?
- Apakah Anda memiliki orang yang memahami aktivitas pemetaan proses dan sistem?
- Apakah Anda memahami definisi kualitas produk dan proses Anda?
Jika ada salah satu jawaban TIDAK, maka sebaiknya menggunakan jasa konsultan.
Jika YA semua, berarti Anda memiliki kualifikasi awal untuk implementasi tanpa konsultan. Kemudian:
- Apakah ada kebutuhan untuk sertifikasi < 6 bulan?
- Apakah kita membutuhkan pihak lain untuk change management?
Jika YA untuk kedua pertanyaan terakhir, mungkin kita perlu mempertimbangkan konsultan.
Jika jawaban Anda adalah TIDAK untuk 2 pertanyaan terakhir, well, kami rasa Anda tidak membutuhkan konsultan, pelajari standarnya, diskusikan dalam sebuah tim, jalankan perlahan-lahan. Anda cukup mengikuti 1 atau 2 pelatihan publik (ataupun in-house) yang relevan.
Bagaimana pendapat Anda? Feel free to comment! Remember, let’s learn by sharing!
Terima kasih untuk Fajar dan Heri atas ide artikelnya.
Semakin Sedikit Semakin Baik: Form Agustus 27, 2007
Posted by QMS Guy in Best Practice, Documentation, Health Care, Improvement, Poor but True.9 comments
Judul di atas mungkin sering Anda dengar. Tapi, apakah Anda sudah melaksanakan pemikiran yang ada dibalik kata-kata tersebut?
Baru-baru ini kami menangani sebuah organisasi yang bergerak di industri kesehatan, seperti organisasi lain di Indonesia pada umumnya, ada kecenderungan untuk membuat sebuah proses lebih bagus tanpa mempertimbangkan proses lain dan juga departemen atau unit kerja lain. Dalam 6 bulan terakhir, menurut cerita mereka, telah terjadi penambahan jumlah form dari 170an menjadi 300an!
Ajaib? Belum tentu. Anda bisa mencoba sendiri menghitung jumlah form di organisasi Anda. Apakah semakin banyak form menunjukkan bahwa organisasi Anda semakin bagus?
Yang terjadi di organisasi yang kami tangani ini adalah (lagi…)
Download: Contoh Pedoman Mutu Rumah Sakit Agustus 24, 2007
Posted by QMS Guy in Documentation, Download, Health Care, ISO 9001, Service Quality.20 comments
Beberapa input dari rekan sekalian adalah mengenai industri kesehatan, seperti rumah sakit. Untuk membantu rekan-rekan yang sedang mencoba mendokumentasikan sistem manajemen mutunya, kami memberikan contoh Pedoman Mutu untuk Rumah Sakit. Contoh ini sangat sederhana dan generik, harap disesuaikan dengan organisasi Anda.
Download di www.QualityIndonesia.com
Download: Form Laporan Sasaran Mutu Agustus 20, 2007
Posted by QMS Guy in Documentation, Download, Sasaran Mutu.6 comments
Bagi rekan-rekan yang mencari template untuk mengisi sasaran mutu.
Anda bisa download form ini di link ini.
Develop Great System! Up Your Quality System!