Interpretasi Customer Communication (7.2.3) ISO 9001:2000

Teman kami yang pernah ke Disneyland pernah bercerita dahulu disana ada satu wahana favorit yaitu pertunjukan 3D, “Captain EO” (dibintangi oleh Michael Jackson yang menjadi kapten luar angkasa penumpas bandit luar angkasa), waktu itu Michael Jackson masih populer-populernya.

Walaupun antriannya panjang namun masih banyak juga orang yang rela untuk mengantri wahana ini. Uniknya adalah Disneyland memasang semacam penanda-penanda Lanjut membaca

Kinerja Produk = Masa Depan Bisnis

Wuih,…. kami benar-benar tidak bisa mengupdate weblog QualitySystem.WordPress.com ini karena business trip hampir seminggu ini. Kali ini, kami menggunakan jasa 2 perusahaan penerbangan yang berbeda. Yang satu adalah Lion Air, dan satu lagi adalah Garuda Indonesia.

Saya yakin, saat ini Anda langsung berpikir bahwa ‘pastilah ini artikel yang membandingkan kinerja Lion Air dengan Garuda Indonesia’, ‘pastilah artikel ini menceritakan superioritas Garuda Indonesia atas Lion Air dalam hal pelayanan dan ketepatan waktu’.

Well,… ANDA BENAR! Menarik bukan, bagaimana image produk yang satu melekat dalam benak kita sebagai pelanggan, terlebih jika sebuah “pelayanan” yang buruk jika berlangsung terus menerus akan membuat orang ‘terbiasa’ dan kemudian mengasosiasikan kejadian buruk ini dengan produk kita. Bahkan, dengan menyebut Lion Air dan Garuda Indonesia saja Anda dapat menebak apa yang ingin kami ceritakan! :)

Kami yakin Lion Air terus memperbaiki kinerjanya, walaupun minggu lalu penerbangan kami ditunda 2 jam lebih, dengan alasan apapun. Untuk Garuda Indonesia, memang tidak sempurna, kami ditunda juga, tetapi dalam batas yang masih ‘wajar’, 15 menit. Saat ini, tuntutan masyarakat memang lebih ke harga, tetapi tidak tertutup kemungkinan dalam beberapa waktu ke depan harapan masyarakat terhadap ketepatan waktu makin tinggi.

Dan, pada saat itu terjadi, jika Lion Air masih tidak bisa memperbaiki hal ini, maka bersiap-siaplah disalip low-cost-carrier Air Asia Indonesia. Walaupun Lion Air adalah penerbangan pertama di dunia yang menggunakan Boeing 900ER, who cares…
Jika memang Lion Air ingin berpindah menjadi full-service-carrier dan menjadi kompetitor Garuda Indonesia, well,… sepertinya Lion Air masih perlu belajar lebih banyak.

Oh ya, bagaimana dengan produk Anda? Adakah hal-hal negatif yang kerap berulang pada produk Anda? Segera CARI TAHU, dan perbaiki, jangan sampai calon pelanggan Anda mendengarnya dari pelanggan Anda saat ini!

Bad product will lead to bad business!

Voice of Customers (Suara Pelanggan Anda)

Seluruh Quality Management System (QMS) modern selalu bermula dari Voice Of Customer atau suara pelanggan. Bagi rekan-rekan yang masih belum familiar dengan apa yang dimaksud dengan Voice of Customer, anda bisa membaca artikel ini untuk mendapatkan gambaran mengenai apa yang dimaksud dengan Voice of Customer.

VOC

Untuk menjelaskan topik ini, ketika memberikan training biasanya kami meminta para peserta untuk menyebutkan salah satu perusahaan yang mereka kenal. Cukup sering perusahaan yang sering mereka sebutkan adalah Garuda Indonesia, BCA, Blue Bird, PLN, PAM, Coca Cola dan beberapa nama lainnya.

Setelah mereka menyebutkan perusahaan tersebut, kemudian kami akan Lanjut membaca

Desain Quality Plan di Industri Jasa (Implementasi 7.1)

Kemarin kita sudah memberikan Template Quality Plan. Quality Plan ini merupakan bukti realisasi dimana perusahaan kita melakukan perencanaan terhadap proses produksinya untuk memastikan tidak ada produk yang jelek yang terkirim kepada pelanggan (implementasi 7.1).

Biasanya rekan-rekan di manufaktur sudah cukup familiar dengan pembuatan Quality Plan sehingga tidak terlalu banyak masalah ketika kami membantu perusahaan ini untuk mengimplementasikan pasal 7.1 ini.

Namun, kami menemukan rekan-rekan di industri jasa dalam mengimplementasikan pasal ini masih terlalu basic/dasar sehingga mereka hanya mendokumentasikan proses kerja pelayanan mereka ke prosedur kerja saja. Hal ini dilakukan tanpa Lanjut membaca

Implementasi ISO 9001:2000 di Industri Jasa (Rumah Sakit, Bank…)

Service

Banyak yang mengirim email kepada kami mengenai bagaimana implementasi ISO 9001:2000 di industri jasa, sebagian dari Anda (terutama yang saat ini lebih banyak di pabrik) juga mungkin bingung dengan persyaratan mampu telusur (traceability), kalibrasi, pemantauan proses, pengukuran produk, apalagi pengendalian produk tidak sesuai. Lanjut membaca

Interpretasi Klausul 7.2.3-c ISO 9001:2000 (Komplain Aneh?!)

“Facts do not cease to exist because they are ignored.”
”Fakta tidak akan menguap/menghilang hanya karena tidak dihiraukan”

Aldous Huxley

Klausul 7.2.3 ISO 9001:2000 mensyaratkan:

Perusahaan harus menentukan dan menerapkan pengaturan yang efektif untuk berkomunikasi dengan pelanggan berkatian dengan :
c . umpan balik pelanggan, termasuk keluhan pelanggan

Ini cerita yang biasa kami ceritakan ke klien kami untuk menjelaskan bahwa mendengarkan dan menindak-lanjuti keluhan pelanggan dapat merupakan masukan yang berharga untuk perusahaan. Bagi rekan-rekan di sini yang berkecimpung dalam sistem manajemen kualitas mungkin dapat juga menggunakan cerita ini untuk menggambarkan pentingnya melaksanakan pasal ini atau mendengarkan umpan balik/keluhan pelanggan.

Cerita bermula dari sini.
Sebuah komplain diterima oleh sebuah perusahaan manufaktur mobil:

”Ini kali kedua saya menulis kepada anda, dan saya tidak menyalahkan anda untuk tidak menjawab, karena mungkin saya terdengar agak aneh, tapi ini adalah Lanjut membaca

Interpretasi Klausul 7.2.1

Organisasi harus menentukan :
c. persyaratan yang tidak dinyatakan pelanggan tetapi diperlukan untuk penggunaan yang ditentukan atau dimaksudkan, jika diketahui

Klausul ini adalah salah satu klausul perlu kami bahas karena banyak klien kami yang kesulitan untuk mengidentifikasi apa sih yang sebenarnya diinginkan dari klausul ini.

Biasanya kami menceritakan beberapa kasus yang relevan untuk membantu klien memahami klausul ini.

Contoh yang paling jelas menurut kami adalah di rumah sakit. Ketika Anda masuk ke rumah sakit Lanjut membaca

Apakah Anda Sudah Menentukan Standarnya?

Waiting Room

Tahun lalu ketika saya dan teman saya ingin kembali dari Batam ke Jakarta dalam sebuah perjalanan bisnis, saya melihat kejadian yang unik. Karena kami tiba cukup awal di bandara maka kami harus menunggu di ruang boarding Bandara Internasional Hang Nadim untuk beberapa waktu.

Ketika sedang asyik-asyiknya ngobrol, Lanjut membaca