Indonesia, Korea (Piala Asia), dan Quality System

Indonesia kalah dari Korea Selatan 0-1 sekaligus memastikan tim nasional kita gagal melangkah ke perempat final. Tentu saja artikel ini tidak mencoba membahas sebab-sebab kita kalah, walaupun banyak yang bilang bahwa kita kalah kelas (dan memang terlihat bahwa kita kalah kelas).Sebelum pertandingan, banyak yang mulai menyinggung beberapa data dan fakta seputar Indonesia dan Korea Selatan, misalnya

peringkat FIFA Indonesia dan Korea terpaut sangat jauh, Korea mengalahkan Indonesia 3-0 pada pertemuan terakhir mereka. Empat pemain Korea Selatan di tim ini bermain di Piala Dunia 2006. Indonesia baru menang dua kali selama Piala Asia ini ada. Dan banyak lagi.

Selama pertandingan, kita bisa melihat bagaimana pemain Indonesia terlihat mulai agresif di 10 menit terakhir, karena mereka menyadari bahwa dengan skor seperti ini, mereka tidak akan bermain lagi di pertandingan berikutnya. Mereka mulai mengepung pertahanan Korea, dan beberapa kali mencoba ketangguhan Lee Won Jae. Statistik juga mengatakan bahwa selama babak pertama, ball possesion Indonesia dan Korea Selatan berimbang 50%-50%. Banyak lagi data dan fakta sepanjang pertandingan yang bisa kita sajikan. (Apapun analisanya,… Indonesia memang sudah gagal lolos ke babak berikutnya, tapi ada pelajaran yang bisa diambil dari pertandingan ini).

Kira-kira apa jadinya yah kalau kita bermain bola tetapi tidak ada yang mencatat hasilnya, tidak ada yang memberi tahu kita bahwa “guys, ini 10 menit terakhir, injury time hanya 4 menit”, tidak ada yang memberi tahu kita “hey, kamu sudah terkena kartu kuning, sekali lagi melakukan pelanggaran bisa berujung kartu merah.”, bahkan tidak ada yang memberi tahu kita skor saat ini.

Bisa dibayangkan? Kacau! Pemain tidak memiliki target tertentu dan seakan-akan ini adalah latihan, bukan pertandingan sesungguhnya. Kita tidak tahu apakah kita tampil bagus atau tidak, walaupun “menurut kita”, kita sudah tampil baik sekali.

Setelah Anda bisa membayangkan bahwa sepakbola tanpa pencatatan data dan analisa atas data tersebut, bisakah Anda membayangkan organisasi Anda? Apakah Anda saat ini telah memiliki skor (Key Performance Indicators), apakah Anda sudah mengetahui kondisi organisasi saat ini, kondisi pelanggan Anda, apakah Anda tahu batas waktu pekerjaan Anda (Service Level Agreement, Deadline)?
Intinya, sudahkah Anda memiliki papan skor dan data untuk Anda, proses Anda, sistem Anda, Organisasi Anda?

Dalam Quality System yang baik, selalu terdapat hal-hal yang kami sebutkan diatas. Di ISO 9001:2000 sendiri, terdapat beberapa klausul yang berhubungan dengan pengukuran, pemantauan, dan analisa data, diantaranya adalah:

  • 5.4.1 Sasaran Mutu : di klausul ini disebutkan perlunya Sasaran Mutu ditetapkan¬†(baca lebih lanjut disini) pada fungsi dan tingkatan yang relevan dan juga harus terukur (measureable).
  • 7.5.1 Pengendalian Proses : di klausul ini disebutkan bahwa kita harus menjalankan proses secara terkendali, dan yang dimaksud terkendali adalah proses tersebut diukur dan dipantau.
  • 8.2.1 Kepuasan Pelanggan : organisasi harus memantau informasi yang berhubungan dengan persepsi pelanggan, (umumnya dilakukan lewat survey, baca lebih lanjut disini).
  • 8.2.2 Audit Mutu Internal : audit mutu secara internal harus dilaksanakan untuk memantau sistem kita.
  • 8.2.3 Pengukuran dan Pemantauan Proses : aktivitas ini dilakukan untuk seluruh proses yang ada dalam Quality System kita. Umumnya, organisasi yang bagus memiliki ukuran kinerja untuk tiap proses, dengan istilah yang bisa berbeda, ada yang menyebut Key Performance Indicators (KPI), Service Level Agreement (SKA), ataupun ukuran lain seperti lead time proses, tingkat cacat.
  • 8.2.4 Pengukuran dan Pemantauan Produk: aktivitas ini dilakukan untuk karakteristik penting dari produk kita sesuai dengan Quality Plan (download template Quality Plan).
  • 8.4 Analisa Data : di sini dipersyaratkan mengenai analisa data untuk beberapa hal termasuk kinerja pemasok (baca lebih lanjut disini), kepuasan pelanggan.

Dan, seluruh aktivitas di klausul-klausul tersebut didukung oleh manajemen dan sumber daya yang relevan, yakni:

  • 5.1 Komitmen Manajemen : di klausul ini disebutkan mengenai perlunya komitmen dari Top Management untuk memastikan bahwa Sasaran Mutu ditetapkan.
  • 5.6.2 Masukan Tinjauan Manajemen : di klausul ini disebutkan bahwa dalam Tinjauan Manajemen, Sasaran Mutu dan kinerja proses serta kinerja produk harus dibahas.
  • 6.2.2 Kompetensi, Kesadaran, Pelatihan : disebutkan pula bahwa organisasi harus memastikan anggota organisasi sadar mengenai peran mereka terhadap pencapaian Sasaran Mutu.
  • 7.6 Pengendalian Alat Ukur : umumnya diterjemahkan sebagai kalibrasi, ataupun verifikasi peralatan ukur.

Selamat mengukur dan memantau proses Anda!

Ingatlah sebuah ungkapan If you’re not keeping score, you’re just practicing!“. Do you treat your process as a practice or your real match?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s