Kompetensi Auditor Mutu Internal?

Di klausul 8.2.2 mengenai Audit Mutu Internal disebutkan juga bahwa

Pemilihan auditor dan pelaksanaan audit harus memastikan keobyektifan dan tidak berpihaknya proses audit. Auditor tidak boleh mengaudit pekerjaannya sendiri.

Oleh banyak organisasi, hal ini sering diterjemahkan menjadi “Pemilihan auditor harus acak. Auditor tidak boleh mengaudit pekerjaannya sendiri.”

Well, sepintas memang hal ini tidak salah, tetapi kami juga ingin menggambarkan hal ini sebagai hal yang tidak sepenuhnya benar :-)

Pemilihan auditor yang acak memang bisa membantu kita menjawab persyaratan bahwa “…pelaksanaan audit harus obyektif dan tidak berpihaknya proses audit”, tetapi bagaimana untuk menjawab TUJUAN utama (main objectives) dari klausul 8.2.2 ini

Organisasi harus melakukan audit internal pada jangka waktu yang terencana untuk menentukan apakah sistem manajemen mutu :
a) sesuai dengan aturan yang direncanakan (lihat 7.1), persyaratan Standar Internasional ini dan persyaratan sistem manajemen mutu yang ditetapkan oleh perusahaan, dan
b) secara efektif diimplementasikan dan dipelihara.

Apakah setelah dipilih secara acak, kedua tujuan ini masih dapat dicapai?
Kami melihat selama ini jawabannya adalah tidak! Pemilihan auditor seakan-akan dilakukan dengan undian dan “yang penting tidak mengaudit pekerjaannya sendiri”.

Lantas, bagaimana cara kita memastikan tujuan audit ini bisa dicapai dengan auditor yang bukan bekerja di bidang yang sedang diaudit ini?

Kami mengusulkan beberapa cara yang bisa Anda coba:

  1. Saat Anda memilih auditor, pastikan Auditor tersebut menguasai proses di departemen atau fungsi yang akan diaudit,
  2. Karena opsi 1 di atas terkadang sulit didapatkan, Anda harus mencoba mengalokasikan auditor sesuai dengan pengalaman kerja dan pendidikannya. Jika Auditor Andi dari Dept Akuntansi adalah lulusan Akuntansi dengan pengalaman 10 tahun di bidang keuangan, tentu saja akan lebih sulit beradaptasi jika diminta mengaudit Departemen Maintenance, dibandingkan dengan Auditor Lusi dari Dept Logistik (lulusan Teknik Industri) atau Auditor Michael dari Dept Produksi.
  3. Nah, jika opsi 2 juga tidak memungkinkan, langkah terakhir adalah berikan waktu 2 minggu bagi auditor untuk mempelajari dokumentasi, mengobservasi proses, ataupun diskusi dengan auditor lain yang pernah mengaudit bagian tersebut.

Effective Audit will lead to Effective System! Up Your Quality System!

7 comments

  1. fenty

    Selamat siang,

    Sy seorg auditor independent dan tim sy ada 3 org selama audit para auditee menganggap kami cukup baik didepan kami namun MR merasa sasaran audit blm cukup dalam sehingga kami menyimpulkan kompetensi kami kurang / lemah, pertanyaan adalah :
    Metode spt apa untuk menilai kinerja auditor internal sehingga jawaban auditee vs MR sama?

    Tk,

  2. Febrian PS

    Saya sangat tertarik dengan tulisan ini. Artikel ataupun materi ini sangat bermanfaat bagi saya. Tapi ada yang ingin saya tanyakan khususnya tentang kompetensi internal auditor. Pertanyaan saya singkat saja pak (tetapi saya mengharapkan jawaban selengkap-lengkapnya), sebenarnya apa definisi dari kompetensi internal auditor itu sendiri, serta apa dimensi atau indikator yang digunakan untuk mengukur hal (kompetensi) tersebut?. Kemudian, bagaimana kompetensi internal auditor tersebut berpengaruh terhadap pencapaian Good Corporate Governance pada suatu perusahaan? Saya akan selalu menunggu jawaban dari bapak karena hal ini sangat penting bagi saya. Terimakasih banyak pak.

  3. Herlina

    Selamat siang.

    Saya mau bertanya pak, management mutu di perusahaan kami ISO 9000:2000.
    Audit rutin sudah dilakukan 1 tahun 2 kali baik oleh internal maupun external.

    Pimpinan kami menginginkan bahwa audit kami menuju ke cost effective
    yang saat ini kami tidak ada toolsnya.

    Bagaimana mengantisipasi ini

    TErima kasih.

  4. maveb

    saya ingin minta tolong..bagaimana membuat form untuk audit ,meliputi audit keuangan dan administrasi…yang sederhana serta mudah untuk diaplikasikan…

  5. tri

    Pak, saya mau bertanya. Apakah fungsi, kegunaan dan cara pemakaiannya dari CAR (Corrective Action Request) dan PAR (Preventive Action Request? dan apakah setelah dilakukan Internal Audit wajib melaksanakan Management Review?
    Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s